CAPCIPCUP CEPAEBULBUS DARI LIMBAH BUNGA BAWANG MERAH SEBAGAI PENURUN KADAR GULA DARAH DALAM TUBUH

Posted: July 9, 2012 in PKM

Masyarakat Indonesia yang pluralis dengan beraneka ragam kebudayaan dan tingkat pendidikan yang berbeda-beda pula menyebabkan pola atau gaya hidup antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lain tidaklah sama. Ada sebagian masyarakat yang benar-benar memperhatikan kesehatan dengan menjaga pola makan yang benar. Tetapi sebagian besar kurang memperhatikannya dikarenakan minimnya pengetahuan dan tuntutan ekonomi mereka sehingga rendah dalam memperhatikan kesehatan. Tak jarang juga masyarakat dengan kalangan ekonomi yang mencukupi masih juga kurang memperhatikan pola hidup sehat sehingga mudah terserang penyakit. Penyakit yang banyak diderita oleh sebagian besar masyarakat yaitu diabetes atau kadar  gula darah yang terlalu tinggi didalam tubuh.

Kadar gula darah dalam tubuh dapat dikontrol dengan baik manakala kita berpola hidup sehat. Bagaimana tidak, sedangkan makanan dan minuman yang kita konsumsi tersebut banyak mengandung gula. Misalnya, roti, cake, sayuran manis, sirup, kecap, permen dan masih banyak lagi contoh makanan dan minuman yang mengandung gula. Komponen ini akan terakumulasi sedikit demi sedikit di dalam tubuh, sedangkan penggunaannya sangat sedikit tergantung aktivitas dari masing-masing individu tersebut. Sehingga komponen gula yang tidak diolah didalam tubuh akan menjadi racun bagi kita yang menyebabkan penyakit gula darah tersebut. Berdasarkan kondisi tersebut, maka kami berupaya menciptakan suatu olahan limbah yang dapat dimanfaatkan dalam menurunkan kadar gula darah dalam tubuh. Limbah ini yaitu bungan bawang merah. Bunga ini ketika musim panen tiba biasanya dibiarkan mati begitu saja tanpa diolah menjadi produk yang berguna, sehingga sangat disayangkan karena kandungan gizi yang begitu tinggi dalam bunga ini tetapi belum bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin.

Limbah ini dapat diolah menjadi sirup dan kecap yang merupakan produk yang sering dikonsumsi oleh masyarakat. Oleh karena itu, dapat dijadikan sebagai suatu peluang usaha dalam pembuatan capcipcup cepaebulbus sebagai penurun kadar gula darah dalam tubuh dengan harga yang sangat terjangkau untuk semua lapisan masyarakat. Apalagi bunga bawang merah mengandung minyak atsiri mampu meningkatkan hormon tubuh sebagai peningkat stamina dan nafsu makan.

Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian di atas dapat dirumuskan beberapa masalah dalam program ini yaitu :

  1. Bagaimana cara mengolah limbah bunga bawang merah menjadi produk olahan capcipcup cepaebulbus.
  2. Bagaimana membuat teknologi tepat guna yang dapat mempertahankan kandungan bunga bawang merah yang berfungsi menurunkan kadar gula darah selama proses pengolahan.
  3. Bagaimana cara melihat peluang usaha yang ada untuk memasarkan produk capcipcup cepaebulbus.

Tujuan Program

Tujuan yang hendak dicapai dalam pelaksanaan program pembuatan capcipcup cepaebulbus dari limbah bunga bawang merah adalah :

  1. Menemukan prosedur yang tepat dalam mengolah limbah menjadi produk yang berguna bagi kebutuhan masyarakat.
  2. Mengembangkan teknologi yang sudah ada untuk memunculkan teknologi baru yang sesuai dengan pembuatan capcipcup cepaebulbus.
  3. Mengolah ketrampilan dalam menjual dan mengelola suatu usaha baru.

Luaran Yang Diharapkan

Luaran yang diharapkan dalam pelaksanaan program pembuatan produk olahan dari limbah bunga bawang merah adalah :

  1. Terciptanya peluang usaha mandiri yang bergerak di sektor pangan.
  2. Meningkatkan kesejahteraan mahasiswa dalam menghasilkan penghasilan sendiri serta mengurangi pengangguran.

Kegunaan Program

Kegunaan program yang dapat diambil dari pembuatan capcipcup cepaebulbus adalah :

  1. Meningkatkan kreatifitas mahasiswa dalam menemukan ide-ide baru demi kesejahteraan masyarakat.
  2. Meningkatkan nilai ekonomis limbah bunga bawang merah menjadi produk yang lebih diminati masyarakat.
  3. Sebagai wahana dalam menciptakan suatu usaha baru.

  II.     GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA

  1. Karakteristik Tanaman Bawang Merah dan Prospek Pengembangan

Bawang merah merupakan herba semusim, tidak berbatang. Daun tunggal memeluk umbi lapis. Umbi lapis menebal dan berdaging, warna merah keputihan. Perbungaan berbentuk bongkol, mahkota bunga berbentuk bulat telur. Buah batu bulat, berwarna hijau. Biji segi tiga warna hitam. Bagian yang Digunakan Umbi lapis.

NAMA DAERAH: Bawang abang mirah (Aceh); Pia (Batak); Bawang abang (Palembang); Bawang sirah, Barambang sirah, Dasun merah (Minangkabau); Bawang suluh (Lampung); Bawang beureum (Sunda); Brambang, Brambang abang (Jawa); Bhabang mera (Madura); Jasun bang, Jasun mirah (BaIi); Lasuna mahamu, Ransuna mahendeng, Yantuna mopura, Dansuna rundang, Lasuna randang, Lansuna mea, Lansuna Raindang (Sulawesi Utara); Bawangi (Gorontalo); Laisuna pilas, Laisuna mpilas (Roti); Kalpeo meh (Timor); Bowang wulwul (Kai); Kosai miha; Bawa rohiha (Ternate); Bawa kahori (Tidore). NAMA ASING: NAMA SIMPLISIA Cepae Bulbus; Umbi lapis Bawang Merah.

SIFAT KHAS Menghangatkan, rasa dan bau tajam. KHASIAT Bakterisid, ekspektoran, dan diuretik. PENELITIAN M. Jufri Samad, 1987. FMIPA Farmasi UNHAS. Telah melakukan penelitian pengaruh ekstrak umbi lapis Bawang Merah terhadap penurunan kadar gula darah normal kelinci. Dari hasil penelitian tersebut, ternyata ekstrak umbi Bawang Merah dengan dosis 250 mg/kg bb, menyebabkan penurunan kadar gula darah normal sebesar 23,46 %. Pada pemberian tolbutamid dosis 250 mg/kg bb secara oral, menunjukkan penurunan kadar gula darah normal sebesar 22,21 %, dan pemberian air suling dengan takaran 5 ml/kg bb secara oral menunjukkan penurunan kadar gula darah normal sebesar 3,00%.(www.bawang-merah-kandungan-kimia-dan-manfaat-untuk-obat.html)

Prospek Pengembangan dari limbah bunga bawang merah menjadi capcipcup cepaebulbus merupakan alternatif produk olahan bahan masakan yang mengandung obat baik dikonsumsi oleh seluruh lapisan masyarakat khususnya yang menderita diabetes. Karena produk ini dapat menurunkan kadar gula darah dalam tubuh yang mengkonsumsinya secara teratur. Capcipcup cepaebulbus ini adalah kecap. Kecap memang sudah banyak dipasarkan oleh berbagai produsen tetapi kecap ini berbeda dengan kecap yang lain karena mempunyai nilai tambah dalam kegunaan.

  1. Keunggulan Produk
    1. Dapat menurunkan kadar gula darah dalam tubuh individu yang mengkonsumsinya secara teratur.
    2. Dapat mengontrol kadar gula darah dalam darah bagi yang ingin berpola hidup sehat.
    3. Mengandung minyak atsiri yang berfungsi dalam meningkatkan hormon tubuh sebagai peningkat stamina dan nafsu makan.
    4. Keterkaitan dengan Produk Lain Termasuk Perolehan Bahan Baku

Capcipcup cepaebulbus merupakan bahan makanan berupa kecap herbal yang mempunyai kegunaan dalam menurunkan kadar gula darah dalam tubuh. Dibandingkan dengan produk sejenis yang ada di pasaran, yang cenderung menggunakan bahan pengisi tambahan berupa kimia sintetis. Produk capcipcup cepaebulbus ini masih jarang ditemui bahkan belum ada di pasaran, karena hanya berkisar pada pengkonsumsian pribadi. Perolehan bahan baku bunga bawang merah ini masih tergolong mudah dan murah. Jadi, adanya ketersediaan bahan baku yang memadai dapat menjamin keberlangsungan usaha pembuatan capcipcup cepaebulbus sebagai penurun kadar gula darah dalam tubuh.

  1. Analisis Pasar

Profil konsumen

Sebagai salah satu limbah yang jumlahnya melimpah dan bernilai gizi tinggi dengan segudang manfaat, bunga bawang merah sudah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai makanan oseng-oseng. Pemanfaatan tersebut hanya sedikit sekali mengurangi jumlah limbah yang dihasilkan. Karena profil inilah kami berusaha memberi kemudahan bagi konsumen dengan menyediakan produk “Capcipcup Cepaebulbus” dalam bentuk kecap agar lebih mudah dikonsumsi oleh masyarakat serta mengurangi jumlah limbah yang dihasilkan.

Peluang, pesaing dan segmen pasar

Kebutuhan akan bahan makanan yang bernilai gizi tinggi serta berasal dari alam masih sangat dinantikan oleh masyarakat. Apalagi produk multifungsi tanpa efek samping seperti halnya jika menggunakan bahan obat non alami. Kondisi ini tentunya membuka peluang bagi produk capcipcup cepaebulbus untuk ikut andil dalam dunia usaha.

Pesaing dari usaha capcipcup cepaebulbus ini adalah produk-produk sejenis yang telah terlebih dahulu dipasarkan di masyarakat. Namun, dari inovatif pengolahannya serta kegunaan lain yang dimiliki produk ini maka produk ini diharapkan dapat menembus dunia pemasaran.

Seperti halnya dengan produk sejenis lainnya, capcipcup cepaebulbus ini pun diharapkan dapat diperjualbelikan sebagai bahan makanan yang bernilai lebih di setiap pasar dengan seluruh lapisan masyarakat dapat menerima produk ini dengan baik pula.

  1. Media Promosi yang Digunakan

Untuk menunjang proses pemasaran, ada beberapa alternatif yang dapat digunakan untuk mengenalkan produk ini di masyarakat. Misalnya, media pamflet, angket, brosur dan beriklan di koran serta radio. Selain itu dapat juga dari perbincangan dengan orang lain, yang biasanya jika dari satu mulut ke mulut lain lebih efektif penyebarannya.

  1. Strategi Pemasaran yang Diterapkan

Sebelum mengembangkan strategi pemasaran yang akan kami terapkan, terlebih dahulu perlu mengembangkan sebuah strategi diferensiasi dan penentuan posisi. Strategi diferensiasi yang akan digunakan adalah menawarkan produk terbaik pada harga menengah dengan pelayanan memuaskan yang dipromosikan dengan baik dan diarahkan untuk semua kalangan masyarakat. Posisi dari produk kami adalah sebagai inovator (pendahulu) sehingga kami harus gencar melakukan promosi.

Strategi pemasaran yang digunakan dalam usaha pembuatan capcipcup cepaebulbus ini menggunakan analisis pemasaran yaitu :

a         Kebijakan Produk

Usaha ini bergerak dalam bidang produksi dan distribusi. Jenis produk ini berupa kecap multifungsi.

b        Kebijakan Harga

Harga yang diberikan kepada pelanggan yaitu Rp. 15.500,00 perbotol.

c         Kebijakan Promosi

Untuk meningkatkan hasil penjualan maka perlu dilakukan promosi. Bentuk promosi ini diantaranya yaitu pamflet, spanduk, radio dan media promosi lainnya. Sistem penjualan yang digunakan yaitu penjualan secara tunai, kredit dan sistem penitipan produk ke toko-toko penduduk.

  1. Kebijakan Distribusi

Distribusi hasil produksi kepada para konsumen dilakukan secara langsung di tempat usaha maupun secara tidak langsung yaitu dengan menawarkan kerjasama ke masyarakat

  1. Rencana Produksi Selama Satu Tahun

Target atau rencana produksi capcipcup cepaebulbus selama satu tahun adalah sebagai berikut :

1 bulan = 150 botol

1 tahun = 150 x 12 = 1800 botol

Harga perbotol adalah Rp. 15.500,00

  1. Analisis Keuangan
    1. Analisis awal yang diperlukan

No

Investasi

Satuan

Jumlah

1

Sewa Tempat
  1. 500.000,00

2

Sertifikasi Rp.1.000.000,00

3

Timbangan 1 buah x @ Rp. 500.000,00
  1. 500.000,00

4

Baskom 4 buah x @ Rp. 20.000,00
  1. 80.000,00

5

Pisau 4 buah x @ Rp. 25.000,00
  1. 100.000,00

6

Panci 1 buah x @ Rp. 250.000,00
  1. 250.000,00

7

Dandang 1 buah x @ Rp. 375.000,00
  1. 375.000,00

8

Penggorengan 1 set x @ Rp. 415.000,00
  1. 415.000,00

9

Toples Kaca 10 buah x @ Rp. 50.000,00
  1. 500.000,00

10

Saringan 4 buah x @ Rp. 15.000,00
  1. 60.000,00

11

Sendok 1 lusin x @ Rp. 22.500,00
  1. 22.500,00

12

Oven 1 buah x @ Rp. 545.000,00
  1. 545.000,00

13

Talenan 4 buah x @ Rp. 22.500,00
  1. 90.000,00

14

Nampan 10 buah x @ Rp. 7.500,00
  1. 75.000,00

15

Kompor Gas 1 set x @ Rp. 520.000,00
  1. 520.000,00

Total

Rp 5.032.500,00
  1. Penyusutan Aktiva per bulan

No

Nama Aktiva

Umur Ekonomis (th)

Penyusutan

1

Timbangan

5

  1. 8.333,33

2

Baskom

3

  1. 2.222,22

3

Pisau

2

  1. 4.166,67

4

Panci

4

  1. 5.208,33

5

Dandang

4

  1. 7.812,50

6

Penggorengan

4

  1. 8.645,83

7

Toples Kaca

3

  1. 13.888,89

8

Saringan

4

  1. 1.250,00

9

Sendok

4

  1. 468,75

10

Oven

5

  1. Rp.     9.083,33

11

Talenan

3

  1. 2.500,00

12

Nampan

2

  1. 3.125,00

13

Kompor Gas

5

  1. 8.666,67

Total Penyusutan

  1. 75.371,52
    1. Biaya Operasional per bulan

No

Kebutuhan

Satuan

Jumlah

1

Kedelai 10 kg  x @ Rp. 8.000,00
  1. 80.000,00

2

Ragi Tempe 1 kg  x @ Rp. 20.000,00
  1. 20.000,00

3

Garam 1 pak  x @ Rp. 7.500,00
  1. 7.500,00

4

Gula Jawa 30 kg  x @ Rp. 8.000,00
  1. 240.000,00

5

Air Kelapa 25 L  x @ Rp. 2.000,00
  1. 50.000,00

6

Air 50 L  x @ Rp. 3.000,00
  1. 150.000,00

7

Bumbu-bumbu
  1. 200.000,00

8

Botol Kemasan 150 buah x @ Rp. 1.000,00
  1. 150.000,00

9

Daun Pisang 10 jinah x @ Rp. 2.500,00
  1. 25.000,00

10

Kedelai 10 kg  x @ Rp. 8.000,00
  1. 80.000,00

11

Ragi Tempe 1 kg  x @ Rp. 20.000,00
  1. 20.000,00

12

Bahan bakar gas 3 buah x @ Rp. 15.000,00
  1. 45.000,00

13

Beban listrik
  1. 75.000,00

14

Peny. Aktiva
  1. 75.371,52

15

Transportasi
  1. 100.000,00

16

Beban promosi
  1. 150.000,00

17

Beban telepon
  1. 35.000,00

18

Beban gaji kary.
  1. 150.000,00

Total Biaya

Rp.1.652.871,52

Total Investasi Awal      : Rp.  6.685.371,52

  1. Penentuan Harga Pokok Penjualan

Profit margin yang ditentukan perusahaan yaitu sebesar 40% dari hasil penjualan. Perusahaan dapat menjual sebanyak 100% dari total produksinya, maka :

Harga pokok penjualan :

HPP     = Biaya Operasional : Jumlah Produksi

= Rp.1.652.871,52  :  150

= Rp. 11.019,14

Harga setelah profit    = Rp. 11.019,14 + (0,4 x Rp. 11.019,14)

= Rp. 15.426,796 ≈ Rp. 15.500,00

  1. Laporan Laba Rugi 1 bulan

Penjualan 150 x @Rp. 15.500,00                        : Rp.  2.325.000,00

HPP                                                                      : Rp.  1.652.871,00

Laba Bersih                                                            Rp.     672.212,00

  1. Analisis Kelayakan

Produksi 1 bulan = 150 botol

Produksi 1 tahun 12 x 150 = 1800 botol

Harga per botol yang ditawarkan : Rp. 15.500,00

Hasil penjualan 1 tahun                      = 1800 x Rp. 15.500,00

= Rp. 27.900.000,00

Total Biaya operasional 1 tahun         = 12 x Rp.1.652.871,52

= Rp. 19.834.458,24

Keuntungan tiap tahun          = Rp. 27.900.000,00 – Rp. 19.834.458,24

= Rp. 8.065.541,76

BEP (Break Even Point)

BEP Volume produksi           = Total Biaya : harga

= Rp. 19.834.458,24 : Rp. 15.500,00

= 1279,642 ≈ 1280

Jadi pada tingkat volume produksi 1280 botol, usaha ini berada pada titik impas. BEP ini terjadi setelah berproduksi selama 8 bulan 16 hari.

BEP harga produksi               = total biaya : jumlah produksi

= Rp. 19.834.458,24 : 1800

= Rp.  11.019,14

Jadi pada tingkat harga Rp. 11.019,14 usaha ini berada pada titik impas.

B/C Ratio

B/C Ratio       = hasil penjualan : total biaya

= Rp. 27.900.000,00 : Rp. 19.834.458,24

= 1,41

Karena B/C ratio > 1 maka usaha ini layak untuk dijalankan, artinya tiap satuan biaya yang dikeluarkan diperoleh hasil penjualan sebesar 1,41 kali lipat.

ROI (Return On Investment)

ROI                = keuntungan : total biaya

= Rp. 8.065.541,76 : Rp. 19.834.458,24

= 0,41 = 41 %

Usaha ini layak untuk dikembangkan karena setiap pembiayaan sebesar Rp. 100,00 diperoleh keuntungan sebesar Rp. 41,00.

Perhitungan Pengembalian Modal

Pengembalian modal  =

=

= 121,77 %

Artinya modal ini akan terlunasi sebesar 121,77% per tahun. Berdasarkan perhitungan analisis kelayakan di atas maka investasi tersebut layak untuk dilaksanakan. Jadi gambaran usaha ini benar menghasilkan profit.

 

   III.     METODE PENDEKATAN

Pelaksanaan program usaha capcipcup cepaebulbus sebagai penurunkadar gula darah dalam tubuh ini terdiri dari 3 tahapan yaitu :

1        Perancangan Pembuatan Produk

Sebelum membuat produk, langkah awal yang kita lakukan adalah merencanakan hal-hal yang harus ada dalam proses produksinya. Hal-hal tersebut antara lain :

a. Persiapan pelaksanaan

b. Izin tempat pelaksanaan program

c. Pembelian bahan baku dan perlengkapan

Tujuan dari perencanaan tersebut adalah agar produk yang kita buat dan nantinya kita tawarkan pada konsumen merupakan produk yang baik, berkualitas, bermutu tinggi dan terjangkau oleh semua lapisan masyarakat.

2        Pembuatan Produk

Pembuatan produk melalui beberapa tahapan sebagai berikut :

  1. Menimbang kedelai sesuai basis, cuci bersih kemudian rebus selama 30 menit. Hilangkan kulit arinya dan kukus selama 45 menit kemudian ditiriskan diatas tampah tunggu hingga dingin.
  2. Taburkan satu sendok ragi tempe secara merata, kemudia bungkus dengan daun pisang. Peram selama 2-3 hari.
  3. Tempe yang dihasilkan diiris tipis lalu dioven hingga kering. Sambil menunggu, buatlah larutan garam 20%. Masukkan larutan garam dan tempe yang sudah dikerungkan ke dalam toples dan digojok lalu diperam selama 1 bulan dengan setiap hari selalu digojog. Pisahkan filtrat dari ampasnya.
  4. Bunga bawang merah dicuci bersih dan dipotong kecil-kecil kemudian diblender hinga halus dan diperas untuk diambil sarinya.
  5. Bumbu-bumbu dihaluskan dan disangrai, gula jawa dilarutkan dalam air kelapa. Campurkan bumbu, gula jawa yang sudah dilarutkan sisa air kelapa dan filtrat tempe dan bunga bawang ke dalam wajan. Aduk hingga tidak menimbulkan buih.
  6. Saring kecap dari ampas dan masukkan ke dalam botol yang telah steril.

3        Promosi dan Pemasaran

Promosi dapat dilakukan sebelum produk dibuat, akan tetapi agar lebih mudah menarik minat konsumen maka perlu dibuat sampel produk. Setelah produk selesai dibuat dan dikemas, maka siap untuk dipasarkan ke konsumen. Pemasaran dapat disebarkan pada toko-toko penduduk, pasar tradisional, koperasi dan dapat langsung memesan ke tempat usaha

   IV.     PELAKSANAAN PROGRAM

Tempat   Produksi : Rumah Bapak Suyanto

Jalan Karanganyar RT 09 RW XII Semarang

Waktu                   : Januari – Mei 2011

Jadwal Faktual Pelaksanaan

NO

TANGGAL

KEGIATAN

1

10-02-2011

Survey harga peralatan yang dibutuhkan di pasaran

2

11-02-2011

Pembelian peralatan yang dibutuhkan

3

12-02-2011

Pembuatan ragi tempe

4

14-02-2011

Survey petani bawang merah terdekat di sekitar Semarang

5

15-02-2011

–          Pembelian bahan untuk membuat tempe-          Pembuatan tempe

6

15s/d18-02-2011

Pemeraman tempe

7

18-02-2011

Pemotongan tempe, pengovenan dan pemeraman dalam air garam selama 3-4 minggu

8

21-02-2011

Survey kemasan di pasaran

9

22-02-2011

Pembelian kemasan

10

23s/d27-02-2011

Mendesain pamflet, leaflet, brosur dan label kemasan

11

28-02-2011

Pembuatan sistem pembukuan

12

01s/d05-03-2011

Pencetakan pamflet, leaflet dan brosur

13

07s/d10-03-2011

Pencetakan label kemasan

14

11-03-2011

Pembelian bahan-bahan pembuatan kecap untuk bulan Maret

15

12-03-2011

–          Pemanenan peraman tempe dalam air garam-          Pensterilan kemasan dan peralatan.-          Pembuatan kecap

–          Pengemasan dan penempelan label

16

13-03-2011

Distribusi dan promosi kecap yang telah diproduksi kemarin

17

14-03-2011

–          Pencatatan penjualan-          Pembuatan tempe

18

15s/d17-03-2011

Pemeraman tempe

19

18-03-2011

Pemotongan tempe, pengovenan dan pemeraman dalam air garam selama 3-4 minggu

20

19-03-2011

–          Pemanenan peraman tempe dalam air garam-          Pensterilan kemasan dan peralatan.-          Pembuatan kecap

–          Pengemasan dan penempelan label

21

20-03-2011

Distribusi dan promosi kecap yang telah diproduksi kemarin

22

21s/d23-03-2011

–          Penyebaran pamflet, leaflet dan brosur-          Pencatatan penjualan

23

26-03-2011

–          Pemanenan peraman tempe dalam air garam-          Pensterilan kemasan dan peralatan.-          Pembuatan kecap

–          Pengemasan dan penempelan label

24

27-03-2011

Distribusi dan promosi kecap yang telah diproduksi kemarin

25

28-03-2011

Pencatatan penjualan dan penghitungan laba rugi

26

29s/d31-03-2011

Mendesain pamflet, leaflet, brosur yang baru

27

2-04-2011

–          Pemanenan peraman tempe dalam air garam-          Pensterilan kemasan dan peralatan.-          Pembuatan kecap

–          Pengemasan dan penempelan label

28

3-04-2011

Distribusi dan promosi kecap yang telah diproduksi kemarin, Penyebaran pamflet, leaflet dan brosurPencatatan penjualan

29

9-04-2011

–          Pemanenan peraman tempe dalam air garam-          Pensterilan kemasan dan peralatan.-          Pembuatan kecap

–          Pengemasan dan penempelan label

30

10-04-2011

Distribusi dan promosi kecap yang telah diproduksi kemarin, Penyebaran pamflet, leaflet dan brosurPencatatan penjualan

31

14-04-2011

Pengurusan ke Dinkes

32

16-04-2011

–          Pemanenan peraman tempe dalam air garam-          Pensterilan kemasan dan peralatan.-          Pembuatan kecap

–          Pengemasan dan penempelan label

33

17-04-2011

Distribusi dan promosi kecap yang telah diproduksi kemarin, Penyebaran pamflet, leaflet dan brosurPencatatan penjualan

34

20-04-2011

Pengurusan cek kandungan kecap ke Lab. Kimia

35

23-04-2011

–          Pemanenan peraman tempe dalam air garam-          Pensterilan kemasan dan peralatan.-          Pembuatan kecap

–          Pengemasan dan penempelan label

36

24-04-2011

Distribusi dan promosi kecap yang telah diproduksi kemarin, Penyebaran pamflet, leaflet dan brosurPencatatan penjualan

37

27-04-2011

Pengurusan cek kandungan kecap ke Lab. AKIN

38

28-04-2011

Pembuatan tempe

39

29s/d1-05-2011

Pemeraman tempe

40

2-05-2011

Pemotongan tempe, pengovenan dan pemeraman dalam air garam selama 3-4 minggu

41

7-05-2011

–          Pemanenan peraman tempe dalam air garam-          Pensterilan kemasan dan peralatan.-          Pembuatan kecap

–          Pengemasan dan penempelan label

42

8-05-2011

Distribusi dan promosi kecap yang telah diproduksi kemarin, Penyebaran pamflet, leaflet dan brosurPencatatan penjualan

43

14-05-2011

–          Pemanenan peraman tempe dalam air garam-          Pensterilan kemasan dan peralatan.-          Pembuatan kecap

–          Pengemasan dan penempelan label

44

15-05-2011

Distribusi dan promosi kecap yang telah diproduksi kemarin, Penyebaran pamflet, leaflet dan brosurPencatatan penjualan

45

17s/d26-05-2011

Persiapan MONEV

Instrumen Pelaksanaan

Instrumen yang digunakan dalam pelaksanaan program ini antara lain pengelas plastik, timbangan, wajan, susruk, kompor gas, tabung gas, baskom, ember, pengaduk besar, nampah, talenan, pisau, sendok, toples, gelas ukur plastik dan cobek serta dalam hal promosi digunakan pamflet, leaflet, brosur.

Rancangan dan Realisasi Biaya

NO NAMA BARANG RANCANGAN REALISASI
1 Keskretariatan
  1. 370.000,00
  2. 370.000,00
2 Pembuatan Produk
  1. 4.455.000,00
  2. 4.564.500,00
3 Transportasi
  1. 1.435.000,00
  2. 675.500,00
4 Dokumentasi
  1. 740.000,00
  2. 240.000,00

      V.     HASIL DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan dari pelaksanaan program kreatifitas kewirausahaan ini maka hasil yang didapatkan yaitu sesuai dengan target luaran yang telah ditetapkan pada awal program pada laporan kemajuan yakni Ketercapaian target luaran dapat dilihat dari logbook yang dibuat dan poin-poin dalam target luaran yang telah ditetapkan apakah sudah dicapai atau belum. Dilihat dari logbook untuk PKMK ini maka ketercapaian program adalah sebagai berikut :

  1. Dalam hal terciptanya peluang usaha mandiri, sudah jelas tercapai karena bisnis yang dijalankan merupakan bisnis dengan inovasi baru yang memberikan peluang cukup besar di kalangan masyarakat. Dimana kelebihan dari produk ini yaitu bermanfaat bagi kesehatan tubuh manusia dalam mengontrol kadar gula darah dalam tubuh yang berupa kecap. Sehingga target luaran untuk poin pertama telah tercapai.
  2. Poin kedua yaitu mengenai meningkatkan kesejahteraan mahasiswa, sudah jelas tercapai karena bisnis kecap ini memberikan profit yang cukup menjanjikan untuk keberlangsungan produk tersebut. Ketercapaian dalam omset penjualan, sudah melebihi target yang ditentukan yaitu 150 botol per bulan. Jika dilihat dari logbook maka omset penjualan kecap capcipcup cepaebulbus bertambah dari minggu ke minggu. Sehingga dapat dikatakan target tersebut telah tercapai dengan baik. Sedangkan dalam hal mengurangi pengangguran disini kami merekrut untuk membantu dalam pendistribusian dari kecap tersebut. Sehingga secara tidak langsung mereka juga memperoleh profit dari penjualan kecap tersebut.

Dari perkembangan usaha Kecap Capcipcup Cepaebulbus tersebut maka keberlangsungan usaha ini dapat terjamin dan memberikan profit yang menguntungkan. Program ini membutuhkan waktu 4 bulan dalam pelaksanaannya sesuai dengan proposal yang ada, Akan tetapi usaha ini akan terus berlanjut dengan pemantauan dan pendampingan dari tim PKMK Universitas Negeri Semarang.

     Analisis Keuangan

Analisis yang diperlukan

No

Investasi

Satuan

Jumlah

1

Sewa Tempat
  1. 500.000,00

2

Timbangan 1 buah x @ Rp. 100.000,00
  1. 100.000,00

3

Baskom 4 buah x @ Rp. 20.000,00
  1. Rp.     80.000,00

4

Pisau 4 buah x @ Rp. 25.000,00
  1. 100.000,00

5

Panci 1 buah x @ Rp. 250.000,00
  1. 250.000,00

6

Dandang 1 buah x @ Rp. 375.000,00
  1. 375.000,00

7

Penggorengan 1 set x @ Rp. 415.000,00
  1. 415.000,00

8

Toples Kaca 10 buah x @ Rp. 50.000,00
  1. 500.000,00

9

Saringan 4 buah x @ Rp. 15.000,00
  1. 60.000,00

10

Sendok 1 lusin x @ Rp. 22.500,00
  1. 22.500,00

11

Oven 1 buah x @ Rp. 345.000,00
  1. 345.000,00

12

Talenan 4 buah x @ Rp. 22.500,00
  1. 90.000,00

13

Nampan 10 buah x @ Rp. 7.500,00
  1. 75.000,00

14

Kompor Gas 1 set x @ Rp. 320.000,00
  1. 320.000,00

Total

Rp 3.232.500,00

Penyusutan Aktiva per bulan

No

Nama Aktiva

Umur Ekonomis (th)

Penyusutan

1

Timbangan

5

  1. 1.666,67

2

Baskom

3

  1. 2.222,22

3

Pisau

2

  1. 4.166,67

4

Panci

4

  1. 5.208,33

5

Dandang

4

  1. 7.812,50

6

Penggorengan

4

  1. 8.645,83

7

Toples Kaca

3

  1. 13.888,89

8

Saringan

4

  1. 1.250,00

9

Sendok

4

  1. 468,75

10

Oven

5

  1. 5.750,00

11

Talenan

3

  1. 2.500,00

12

Nampan

2

  1. 3.125,00

13

Kompor Gas

5

  1. 5.333,33

Total Penyusutan

  1. 62.038,19

Biaya Operasional per bulan

No

Kebutuhan

Satuan

Jumlah

1

Kedelai 4 kg  x @ Rp. 8.000,00
  1. 32.000,00

2

Ragi Tempe 1 kg  x @ Rp. 20.000,00
  1. 20.000,00

3

Garam 1 pak  x @ Rp. 7.500,00
  1. 7.500,00

4

Gula Jawa 20 kg  x @ Rp. 8.000,00
  1. 160.000,00

5

Air Kelapa 25 L  x @ Rp. 2.000,00
  1. 50.000,00

6

Air 50 L  x @ Rp. 3.000,00
  1. 150.000,00

7

Bumbu-bumbu
  1. 200.000,00

8

Botol Kemasan 150 buah x @ Rp. 1.000,00
  1. 150.000,00

9

Daun Pisang 10 jinah x @ Rp. 2.500,00
  1. 25.000,00

10

Kedelai 10 kg  x @ Rp. 8.000,00
  1. 80.000,00

11

Ragi Tempe 1 kg  x @ Rp. 20.000,00
  1. 20.000,00

12

Bahan bakar gas 3 buah x @ Rp. 15.000,00
  1. 45.000,00

13

Beban listrik
  1. 75.000,00

14

Peny. Aktiva
  1. 62.038,19

15

Transportasi
  1. 100.000,00

16

Beban promosi
  1. 150.000,00

17

Beban telepon
  1. 35.000,00

18

Beban gaji kary.
  1. 150.000,00

Total Biaya

Rp.1.511.538,19

Total Investasi Awal      : Rp. 4.744.038,19

 

Penentuan Harga Pokok Penjualan

Profit margin yang ditentukan perusahaan yaitu sebesar 40% dari hasil penjualan. Perusahaan dapat menjual sebanyak 100% dari total produksinya, maka :

Harga pokok penjualan :

HPP     = Biaya Operasional : Jumlah Produksi

= Rp.1.511.538,19  :  300

= Rp. 5.038,46

Harga setelah profit    = Rp. 5.038,46 + (0,4 x Rp. 5.038,46)

= Rp. 7.053,84 ≈ Rp. 8.000,00

Laporan Laba Rugi untuk bulan Maret

Penjualan 300 x @Rp. 8.000,00                                    : Rp.  2.400.000,00

HPP                                                                               : Rp.  1.511.538,19

Laba Bersih                                                                   Rp.     888.461,81

Laporan Laba Rugi untuk bulan April

Penjualan 400 x @Rp. 8.000,00                                    : Rp.  3.200.000,00

HPP                                                                               : Rp.  2.015.384,25

Laba Bersih                                                                     Rp.  1.184.615,75

Analisis Kelayakan

Produksi 1 tahun  = 10.200 botol

Harga per botol yang ditawarkan : Rp. 8.000,00

Hasil penjualan 1 tahun                      = 10.200 x Rp. 8.000,00

= Rp. 81.600.000,00

Total Biaya operasional 1 tahun         = (Rp.1.511.538,19  :  300) x 10.200

= Rp. 51.392.298,46

Keuntungan tiap tahun          = Rp. 81.600.000,00 – Rp. 51.392.298,46

= Rp. 30.207.701,54

BEP (Break Even Point)

BEP Volume produksi           = Total Biaya : harga

= Rp. 51.392.298,46 : Rp. 8.000,00

= 6.424,037 ≈ 6.424

Jadi pada tingkat volume produksi 6.424 botol, usaha ini berada pada titik impas. BEP ini terjadi setelah berproduksi selama 7 bulan 21 hari.

BEP harga produksi               = total biaya : jumlah produksi

= Rp. 51.392.298,46 : 10.200

= Rp.  5.038,46

Jadi pada tingkat harga Rp. 5.038,46 usaha ini berada pada titik impas.

B/C Ratio

B/C Ratio       = hasil penjualan : total biaya

= Rp. 81.600.000,00 : Rp. 51.392.298,46

= 1,59

Karena B/C ratio > 1 maka usaha ini layak untuk dijalankan, artinya tiap satuan biaya yang dikeluarkan diperoleh hasil penjualan sebesar 1,59 kali lipat.

ROI (Return On Investment)

ROI                = keuntungan : total biaya

= Rp. 30.207.701,54 : Rp. 51.392.298,46

= 0,588 = 58,8 %

Usaha ini layak untuk dikembangkan karena setiap pembiayaan sebesar Rp. 100,00 diperoleh keuntungan sebesar Rp. 58,80.

Perhitungan Pengembalian Modal

Pengembalian modal  =

=

= 638,06 %

Artinya modal ini akan terlunasi sebesar 638,06 % per tahun. Berdasarkan perhitungan analisis kelayakan di atas maka investasi tersebut layak untuk dilanjutkan. Jadi usaha ini benar menghasilkan profit.

 

   VI.     KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan yang dapat diberikan mengenai program kreatifitas mahasiswa kewirausahaan yang telah dilaksanakan adalah sebagai berikut :

  1. 1.    Dalam pelaksanaan program kreatifitas yang direncanakan haruslah sesuai dengan kemampuan dan dibutuhkan suatu kerjasama yang baik.
  2. 2.    Dalam menjalankan suatu usaha yang baik haruslah mempunyai dasar yang kuat mengenai pengelolaan uang dan pemasaran.
  3. 3.    Melakukan pembimbingan yang teratur dan intesif sangatlah mendukung demi kemajuan program yang telah direncanakan.

Saran yang dapat diberikan dalam pelaksanaan program kewirausahaan antara lain :

  1. Melakukan survey mengenai apasaja dalam hal-hal yang dibutuhkan demi kemajuan uaha sangatlah penting.
  2. Melakukan inovasi terhadap produk yang dihasilkan dengan berpacu pada kualitas produk yang dihasilkan adalah sangat penting demi terwujudnya keberlangsungan usaha.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s